Sabtu, 22 April 2017

Rumah Panggung



KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur atas kehadirat Allat SWT atas segala berkah, rahmat dan karunia-Nya sehinggan penulis dapat menyelesaikan makalah Ulangan Tengah Semester.
Selain untuk memenuhi nilai tugas Ulangan Tengah Semester, tujuan penulis membuat makalah ini adalah untuk menjelaskan tentang Hubungan Manusia dengan Allah, dengan Dirinya, dan Sesama Manusia, dan Lingkungannya.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan dan pembuatan laporan ini penulis masih jauh dar sempurna. Dan dalam menyusun makalah Ulangan Tengah Semester tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada :
  1. Bapak M. Musthofa, M.Pd selaku dosen pembimbing
  2. Orang tua dan seluruh pihak yang telah memberikan masukan sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah Akhir Semester.
  3. Teman-teman semua yang mau bertukar pendapat dan membantu memecahkan masalah Makalah Akhir Semester.
Saya mengharapkan segala kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak. Dengan adanya saran dan kritik tersebut dapat di gunakan untuk kesempurnaan makalah ini di kemudian hari.
      Akhir kata semoga makalah yang penulis buat ini dapat bermanfaat bagi semuannya yang memerlukan informasi yang sesuai dengan makalah Ujian Tengah Semester ini.
Malang, 21 April 2017

Penyusun,



BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Di Indonesia memiliki keanekaragaman budaya mulai dari upacara adat pakaian tarian hingga konsep arsitektur pada rumah mereka.
“Rumah adalah kebudayaan fisik, yang dalam konteks tradisional merupakan ungkapan yang berkaitan erat dengan kepribadian masyarakatnya. Ungkapan fisiknya sangat dipengaruhi oleh faktor sosial, kultur dan lingkungan di mana ia tumbuh dan berkembang. Perbedaan wilayah dan latar belakang budaya akan menyebabkan perbedaan pula dalam ungkapan arsitekturalnya.
Salah satu konsep arsitektur yang diterapkan adalah konsep rumah panggung. Ada banyak daerah di Indonesia yang menerapkan konsep rumah panggung tradisional untuk hunian mereka seperti di Kalimantan, Jambi dan Sulawesi Selatan. Penerapan konsep tersebut dikarenakan bentuk rumah panggung terkesan indah. Rumah panggung biasanya dibuat disesuaikan dengan kondisi lingkungan di mana tempat mereka tinggal. Rumah berpanggung sebagai karya dari arsitekur tradisional yang terbangun tanpa arsitek merupakan salah satu bentukan inovatif yang adaptasinya secara alamiah di lingkungan natural.













1.2 Rumusan Masalah
1.      Kelebihan dan kekurangan rumah panggung ?
2.      Material apa aja yang di gunakan ?









































BAB II
PEMBAHASAN
2.0          Definisi
Rumah panggung merupakan rumah tradisional Indonesia yang berbentuk panggung atau dasar rumah tidak menempel pada tanah. Ketinggian rumah panggung bervariasi, tergantung dari lokasinya, berkisar 50 cm bahkan ada sampai dua meter. Pola ruang pada rumah panggung tradisional yang hampir sama, mereka memiliki teras di bagian depan atau samping, beberapa kamar tidur, ruang keluarga, dan dapur di bagian belakangnya.
Semua ruang berada di dalam rumah kecuali kamar mandi, karena mereka menggunakan pancuran di luar rumah untuk mandi cuci kakus (MCK). Bahkan sampai sekarang masih ada beberapa rumah yang tidak memiliki kamar mandi, dan masih menggunakan pancuran atau fasilitas umum di lingkungannya.
Beberapa rumah memiliki kamar mandi tetapi beralih fungsi menjadi gudang, karena fungsi kamar mandi beralih pada pancuran umum. Dapur diletakkan di bagian belakang rumah dan tidak berada di atas panggung, tapi berada di atas tanah yang terkadang tanpa alas. Ketinggian rumah panggung tradisional kurang lebih 50 cm, fondasi umpak batu, dinding gedeg bambu atau papan kayu, tiang kayu atau bambu, lantai dari palupuh bambu, rangka atap kayu atau bambu, penutup rangka atap daun kirai atau genteng.
Hubungan antara elemen struktur tersebut menggunakan paku dan tali pengikat. Karena material yang cukup ringan dan hubungan konstruksi yang baik, maka rumah panggung tradisional ini lebih mudah beradaptasi terhadap gaya gempa.
Ada beberapa rumah tidak memiliki jendela, sehingga ventiasi atau pertukaran udara tidak berjalan dengan baik. Bahkan kamar tidur tidak berjendela atau jendela yang ada ditutup oleh material yang tidak tembus pandang, akibatnya sinar matahari pun tidak dapat masuk ke dalam kamar. Pancahayaan alami yang masuk ke dalam ruang tidur pun tidak memenuhi syarat.
Rumah panggung tradisonal memiliki kelembaban lebih baik dibandingkan rumah modern di lingkungan tersebut. Ini menandakan rumah panggung tradisional masih lebih baik dalam soal kelembaban, penghuni pun dapat hidup lebih sehat bila pencahayaan pun diperhatikan. Kolong rumah panggung dapat digunakan untuk berinteraksi sosial atau sekedar untuk memelihara ternak. Pada rumah panggung Toraja dan rumah panggung Kalimantan, kolong rumah dapat digunakan untuk berinteraksi sosial. Berbeda dengan rumah panggung di Pulau Samosir dengan ketinggian kurang dari satu meter, kolong rumah panggung digunakan untuk memelihara ternak.
Sementara di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang termasuk dataran tinggi, rumah panggung memiliki ketinggian kurang dari satu meter. Beberapa tahun yang lalu, di kecamatan ini masih banyak ditemui rumah panggung tradisional, tetapi sekarang agak sulit dijumpai. Banyak alasan, mengapa mereka mengganti rumah panggung tradisional menjadi rumah modern non panggung dan material selain bambu atau kayu. Salah satunya adalah tidak terdapat lagi rumah panggung di lingkungan mereka dan ada pula alasan kesulitan menemukan material bambu dan kayu. [1]
2.1              Kelebihan Rumah Panggung
Rumah panggung adalah rumah adat Suku Melayu. Masyarakat Melayu biasa mendirikin rumah dengan bentuk seperti ini agar rumah tetap aman meski dibangun di atas air. Di perairan inilah mata pencaharian utama Suku Melayu. [2]
Seiring dengan berjalannya waktu, konsep rumah panggung menyebar ke seluruh Indonesia. Misalnya pada masyarakat Jawa, rumah panggung biasa dibuat di area persawahan sehingga mereka lebih mudah dalam mengawasi padi.
Gambar 2.1.0 Model rumah panggung
Jika kita cermati, rumah panggung ini mempunyai sejumlah kelebihan, di antaranya :
1. Anti Banjir
Pada umumnya, rumah panggung dibangun di atas perairan, baik itu di atas laut, sungai, rawa-rawa, danau, maupun persawahan. Tujuannya yaitu agar seseorang bisa hidup di wilayah perairan dengan aman tanpa takut rumahnya terkena banjir. Adapun faktor yang mempengaruhi pendirian rumah di perairan yaitu kepraktisan, baik dari segi tenaga, waktu, dan jarak tempuh.
2. Aman Terhadap Binatang Buas
Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah daratan, pembangunan rumah panggung bertujuan untuk menghindarkannya dari binatang buas. Struktur lantai rumah yang tinggi membuat binatang sulit masuk ke dalam rumah. Begitupun dalama hal pengawasan lingkungan sekitarnya, bangunan yang tinggi membuat pemilik rumah bisa memantau keadaan di lingkungannya dengan lebih luas.
3. Halaman Lebih Luas
Pada rumah konvensional, area halaman hanya mencakup sekeliling rumah, baik halaman depan, belakang, kanan, dan kiri. Berbeda dengan rumah panggung, karena lantai rumah terletak di atas permukaan tanah, maka bagian bawah rumah dapat dijadikan sebagai halaman tambahan. Selain sebagai gudang, halaman ini biasanya juga difungsikan untuk dapur, tempat bermain, kandang ternak, dan lain-lain.

4. Tahan Gempa
Rumah panggung merupakan salah satu rumah yang tahan terhadap guncangan gempa. Hal ini disebabkan oleh penggunaan material kayu yang bersifat elastis sebagai bahan utama pembangun rumah. Sedangkan, beton hanya sebatas digunakan sebagai tiang penyangga rumah tersebut.
5. Kesan Tradisional yang Kuat
Suasana tradisional yang dimiliki oleh rumah panggung terasa sangat kuat. Hal inilah yang memicu bangunan rumah-rumah penginapan biasanya berbentuk rumah panggung. Kesan tradisionalnya diharap mampu membuat rileks semua pengunjung yang datang.
6. Bentuknya Unik
Saat ini, sangat sulit menemukan rumah panggung di lingkungan perkotaan. Karena kelangkaannya inilah, rumah panggung menjadi salah satu rumah yang unik. Usaha rumah makan bercita rasa tradisional banyak yang menerapkan rumah tipe ini untuk memikat hati konsumennya.
7. Interior Lebih Sejuk
Pada rumah biasa, ventilasi udara hanya terletak di dinding dan atap baik berbentuk jendela maupun celah-celah kayu. Berbeda dengan rumah panggung, udara bisa mengalir ke dalam rumah lewat mana saja, termasuk lantai rumah. Inilah yang membuat suasana di dalam rumah panggung akan terasa lebih sejuk.

2.2               Kekurangan Rumah Panggung
Rumah panggung memelukan dana dan arsitektur untuk membuatnya, serta rumah panggung membutuhkan material tertentu dan sedikit berbeda dengan rumah biasa pada umumnya. Serta rumah panggung memerlukan waktu yang lumayan lama pada proses pembangunanya.

2.3              Material Yang Digunakan
2.3.1        Pondasi Footplat
Jenis fondasi yang sering digunakan oleh sebagian orang terutama gedung lantai dua adalah jenis fondasi telapak atau dikenal juga dengan nama foot plate. Jenis konstruksi ini lazimnya menggunakan beton bertulang dengan ukuran dan detail penulangan tertentu. Sesuai dengan analisa teknis fondasi tersebut harus mampu berfungsi sesuai dengan peruntukanya. Sudah barang tentu dalam merencanakanya bukanlah hal yang mudah.

Hal yang diperlukan dalam merencanakan dalam perencanaan fondasi telapak adalah :
·         Kondisi tanah yang akan menahan beban bangunan lewat fondasi, Syarat-syaratnya adalah tanah mampu menerima beban yang diteima fondasi tanpa mengalami penurunan atau penurunan dalam kadar yang sedikit dan merata. Data-data dari kondisi tanah yang dibutuhkan diantaranya kohesi atau lekatan tanah, berat jenis tanah
·         Kondisi fondasi. Dimana fondasi harus mampu untuk menerima gaya-gaya yang bekerja padanya tanpa terjadi kerusakan pada fondasi foot plate itu sendiri.  Analisa kemampuan fondasi tidak didapatkan begitu saja akan tetap perlu analisa struktur fondasi dengan mengolah beberapa data sekunder yang nantinya akan didapatkan kapasitas fondasi footplate.
Gambar 2.3.0  Contoh Model pondasi Telapak yang terkubur di dalam tanah.
Berikut kelebihan dan kekurangan menggunakan pondasi Foot Plat
  • Biaya pembuatannya terbilang cukup murah dibandingkan jenis pondasi lainnya
  • Kebutuhan galian tanahnya tidak terlalu dalam
  • Bisa dipakai untuk menahan bangunan yang mempunyai satu hingga empat lantai
  • Proses pengerjaannya relatif sederhana
  • Daya dukung yang dimilikinya sangat baik
Sedangkan, kekurangan-kekurangan dari pondasi tapak yaitu :
  • Waktu pengeringan betonnya cukup lama hingga mencapai 28 hari
  • Dibutuhkan manajemen waktu yang tepat agar pengerjaanya efisien
  • Rumit dalam merencanakan pembesian dan desain penulangannya

2.3.2        Kolom Kayu
Kolom adalah batang tekan vertikal dari rangka struktur yang memikul beban dari balok. Kolom merupakan suatu elemen struktur tekan yang memegang peranan penting dari suatu bangunan, sehingga keruntuhan pada suatu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan runtuhnya (collapse) lantai yang bersangkutan dan juga runtuh total (total collapse) seluruh struktur (Sudarmoko, 1996).
SK SNI T-15-1991-03 mendefinisikan kolom adalah komponen struktur bangunan yang tugas utamanya menyangga beban aksial tekan vertikal dengan bagian tinggi yang tidak ditopang paling tidak tiga kali dimensi lateral terkecil.
Gambar 2.3.1 Fungsi kolom pada suatu bangunan
Untuk Kolom mengunakan bahan  dasar kayu memiliki kekurangan dan ke lebihan sebagai berikut :
Kelebihan :
  • Bahan Alami yang dapat diperbaharui
  • Kuat tarik yang tinggi
  • Dapat dibuat dengan berbagai macam desain dan warna.
  • Memberi efek hangat.
  • Bahan penyekat yang baik pada perubahan suhu di luar rumah.
  • Dapat meredam suara.
Kekurangan :
  • Mudah menyerap air.
  • Mudah mengalami kembang-susut
  • Kurang tahan terhadap pengaruh cuaca.
  • Rentan terhadap rayap.

2.3.3        Balok Kayu
Balok adalah bagian dari structural sebuah bangunan yang kaku dan dirancang untuk menanggung dan mentransfer beban menuju elemen-elemen kolom penopang. Selain itu ring balok juga berfungsi sebagai pengikat kolom-kolom agar apabila terjadi pergerakan kolom-kolom tersebut tetap bersatu padu mempertahankan bentuk dan posisinya semula. Ring balok dibuat dari bahan yang sama dengan kolomnya sehingga hubungan ring balok dengan kolom.
Gambar 2.3.2 Balok menahan beban pada struktur atap
Untuk kelebihan dan kekurangannya hapir sama dengan kolom, karena sama-sama menggunakan bahan baku yang sama.

2.3.4        Dinding Kayu
Dinding adalah suatu struktur padat yang membatasi dan kadang melindungi suatu area. Umumnya, dinding membatasi suatu bangunan dan menyokong struktur lainnya, membatasi ruang dalam bangunan menjadi ruangan-ruangan, atau melindungi atau membatasi suatu ruang di alam terbuka. Tiga jenis utama dinding struktural adalah dinding bangunan, dinding pembatas (boundary), serta dinding penahan (retaining).
Dinding bangunan memiliki dua fungsi utama, yaitu menyokong atap dan langit-langit, membagi ruangan, serta melindungi terhadap intrusi dan cuaca. Dinding pembatas mencakup dinding privasi, dinding penanda batas, serta dinding kota. Dinding jenis ini kadang sulit dibedakan dengan pagar. Dinding penahan berfungsi sebagai penghadang gerakan tanah, batuan, atau air dan dapat berupa bagian eksternal ataupun internal suatu bangunan.
Jenis dinding :
1. Dinding Partisi : Dinding ringan yang memisahkan antar ruang dalam. Terbuat dari gypsum, fiber, tripleks atau Duplex
2. Dinding Pembatas : Untung menandakan batas lahan. Atau bisa disebut dinding Privasi
3. Dinding Penahan : Digunakan pada tanah yang berkontur dan dibutuhkan struktur tambahan untuk menahan tekanan tanah.
4. Dinding Struktural : Untuk menopang atap dan sama sekalitidak menggunakan cor beton untuk kolom. Konstruksinya 100% mengandalkan pasangan batubata dan semen
5. Dinding Non-Struktural : Dinding yang tidak menopang beban, hanya sebagai pembatas apabila dinding di robohkan, maka bangunan tetap berdiri. beberapa material dinding non-struktural diantaranya seperti batu bata, batako, bata ringan, kayu dan kaca.
Tapi pada kali ini saya akan menggunakan dinding kayu sebagai bahan nya,
Gambar 2.3.3 contoh pemasangan dinding kayu pada kolom bangunan
Berikut kekurangan dan kelebihanya
Kelebihan :
a. Mudah dalam pengerjaan
b. Bahan mudah diperoleh.
c. Mudah dikombinasikan
c. Memberikan nuansa alami
d. Pekerjaan finishing mudah
e. Mudah dibentuk dan ringan
Kekurangan :
a. Mudah terbakar
b. Beberapa jenis kayu tidak tahan rayap.
c. Tidak tahan air pada beberapa kayu
d. Harga kayu sangat mahal.
e. Mudah susut dan bengkok.

2.3.5      Atap
Atap adalah penutup rumah (bangunan) sebelah atas atau benda yang dipakai untuk menutup atas rumah. Jadi, atap bisa diartikan sebagai struktur yang terletak di bagian paling atas bangunan dan berguna untuk menutupi struktur-struktur di bawahnya.
Fungsi utama atap yakni untuk melindungi rumah dari perubahan cuaca baik panas, hujan, salju, petir, angin, debu, dan sebagainya. Atap juga memiliki fungsi proteksi untuk menutupi ruangan yang berada di bawahnya, menahan radiasi panas yang berlebihan, mencegah tampias hujan, dan mengurangi pergerakan angin. Pada perkembangannya, atap pun mempunyai peranan penting dalam mempengaruhi estetika suatu bangunan.
Pembuatan atap rumah yang baik harus memperhatikan syarat-syarat antara lain :
  • Konstruksinya harus benar-benar kuat sehingga mampu menahan berat sendiri dan semua beban yang mengenainya
  • Bentuknya sesuai dengan konsep desain rumah yang sudah direncanakan sedari awal
  • Bahan penutup yang dipilih wajib disesuaikan dengan tujuan pendirian bangunan dan tahan terhadap cuaca yang ekstrim
  • Sebaiknya perancangan modelnya mengambil inspirasi dari kekayaan budidaya setempat
  • Tingkat kemiringannya memperhatikan jenis bahan penutup yang dipakai
Sementara itu, material yang digunakan untuk menutupi atap bangunan harus bersifat isolasi sehingga dapat menahan panas, dingin, dan bunyi. Material ini pun wajib rapat terhadap air hujan, tidak tembus air, dan tidak mengalami perubahan bentuk akibat pergantian cuaca. Di samping itu, bahan penutup atap ini juga gampang dirawat, tidak mudah terbakar, bobotnya ringan, kedudukannya mantap, serta tahan lama.


 







Gambar 2.3.4 Atap menggunakan kayu
Atap sirap umumnya memiliki bentuk seperti pensil, yakni panjang dan kerucut di ujungnya. Ukuran 1 lembar atap sirap biasanya = 58 x 6 x 0,3 dan 58 x 6 x 0,5 (panjang x lebar x tinggi) dalam cm. Warna dari atap sirap umumnya cokelat tua atau abu tua. Namun di samping itu ada pula model dan motif lain dari produksi atap sirap kayu ulin tersebut.
Sirap adalah salah satu jenis bahan atap yang paling bagus namun juga susah untuk didapatkan karena memang bahan dasar kayu ulin Kalimantan yang semakin langka dan prosesnya melalui birokrasi pemerintah yang semakin ketat. Karena grafiknya yang fluktuatif dalam artian kadang ada stok, namun kadang langka juga, maka hal tersebut yang membuat harga bahan atap sirap menjadi sangat mahal.
·      Kelebihan
Atap sirap memiliki kelebihan dari sisi bentuk fisik dan dari sisi fungsionalitasnya. Karena berbahan kayu maka tentu saja ringan dan lebih bersifat hayati. Atap sirap lebih sejuk dan dapat menyerap panas. Kayu ulin merupakan jenis kayu yang kokoh namun tetap ringan dan bagus sekali dijadikan bahan dasar bangunan terutama untuk atap. Bahan ini juga sangat awet karena bisa tahan hingga berpuluh-puluh tahun.
·           Kekurangan
Selain kelebihan, atap sirap juga memiliki kekurangan, namun lebih bersifat mendasar. Kekurangannya yakni terletak pada harganya yang pasti mahal. Kedua, dalam proses pemasangannya juga lebih sulit karena diperlukan tenaga ahli dan pemasangan yang salah akan bisa menghasilkan atap yang tidak rapi, bocor, dan rusak.
Konstruksi yang biasanya digunakan untuk menyokong atap ialah rangka kuda-kuda. Tidak hanya menyangga beban atap, rangka ini sekaligus pula memberikan bentuk pada atap tersebut.
Gambar 2.3.5 model rancangan kuda-kuda menggunakan bahan kayu serta tanpa menggunakan paku.
Secara prinsip, rangka atap tipe kuda-kuda dibuat dengan menghubungkan batang penyangga sedemikian rupa sehingga membentuk bangun segitiga yang terbalik. Kebutuhan akan konstruksi kuda-kuda ini berbeda-beda tergantung pada berat atap dan bahan penutup yang digunakan. Namun satu hal yang sama, setiap susunan batang penopang ini harus saling mengikat dan membentuk satu kesatuan yang kokoh sehingga sanggup bekerjasama dalam memikul beban yang mengenainya tanpa mengalami perubahan.














BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
            Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa rumah sebagai tempat tinggal, rumah juga bisa mencerminkan status sosial, di Indonesia terdapat banyak model bangunan rumah, salah satunya rumah panggung
1.      Rumah panggung banyak didirikan di daerah rawan banjir, danau, dan tepian sungai.
2.      Untuk pembuatan rumah panggung memerlukan dana yang lumayan besar serta seorang arsitek untuk merancangnya






















Daftar Pustaka
http://www.mitrabangunsekawan.com
(NJB)
http://arafuru.com/desain/cantiknya-rumah-panggung-bernuansa-modern.html



[1] http://www.mitrabangunsekawan.com
(NJB)
[2] http://arafuru.com/desain/cantiknya-rumah-panggung-bernuansa-modern.html

1 komentar:

  1. Casino Promo Codes, Coupons & Deals - JTM Hub
    Get latest casino promo 안양 출장마사지 codes, coupons, and coupons for Slots.io Casino and Gaming 군포 출장안마 app in 삼척 출장샵 minutes! Get Casino 밀양 출장샵 Promo Codes, Coupons, 원주 출장마사지 and Coupon.

    BalasHapus