KATA PENGANTAR
Dengan
memanjatkan puji syukur atas kehadirat Allat SWT atas segala berkah, rahmat dan
karunia-Nya sehinggan penulis dapat menyelesaikan makalah Ulangan Tengah
Semester.
Selain untuk
memenuhi nilai tugas Ulangan Tengah Semester, tujuan penulis membuat makalah
ini adalah untuk menjelaskan tentang Hubungan Manusia dengan Allah, dengan
Dirinya, dan Sesama Manusia, dan Lingkungannya.
Penulis
menyadari bahwa dalam penyusunan dan pembuatan laporan ini penulis masih jauh
dar sempurna. Dan dalam menyusun makalah Ulangan Tengah Semester tidak terlepas
dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis
mengucapkan banyak terima kasih kepada :
- Bapak M. Musthofa, M.Pd selaku dosen pembimbing
- Orang tua dan seluruh pihak yang telah memberikan masukan sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah Akhir Semester.
- Teman-teman semua yang mau bertukar pendapat dan membantu memecahkan masalah Makalah Akhir Semester.
Saya
mengharapkan segala kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak.
Dengan adanya saran dan kritik tersebut dapat di gunakan untuk kesempurnaan
makalah ini di kemudian hari.
Akhir kata semoga makalah yang penulis
buat ini dapat bermanfaat bagi semuannya yang memerlukan informasi yang sesuai
dengan makalah Ujian Tengah Semester ini.
Malang,
21 April 2017
Penyusun,
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.Latar
Belakang
Di Indonesia memiliki
keanekaragaman budaya mulai dari upacara adat pakaian tarian hingga konsep
arsitektur pada rumah mereka.
“Rumah adalah kebudayaan fisik, yang dalam
konteks tradisional merupakan ungkapan yang berkaitan erat dengan
kepribadian masyarakatnya. Ungkapan fisiknya sangat dipengaruhi oleh
faktor sosial, kultur dan lingkungan di mana ia tumbuh dan berkembang.
Perbedaan wilayah dan latar belakang budaya akan menyebabkan perbedaan
pula dalam ungkapan arsitekturalnya.
Salah satu konsep
arsitektur yang diterapkan adalah konsep rumah panggung. Ada banyak daerah di
Indonesia yang menerapkan konsep rumah panggung tradisional untuk hunian mereka
seperti di Kalimantan, Jambi dan Sulawesi Selatan. Penerapan konsep tersebut
dikarenakan bentuk rumah panggung terkesan indah. Rumah panggung biasanya
dibuat disesuaikan dengan kondisi lingkungan di mana tempat mereka tinggal. Rumah
berpanggung sebagai karya dari arsitekur tradisional yang terbangun tanpa
arsitek merupakan salah satu bentukan inovatif yang adaptasinya secara alamiah
di lingkungan natural.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Kelebihan dan
kekurangan rumah panggung ?
2.
Material apa aja
yang di gunakan ?
BAB II
PEMBAHASAN
2.0
Definisi
Rumah panggung merupakan rumah tradisional Indonesia yang
berbentuk panggung atau dasar rumah tidak menempel pada tanah. Ketinggian rumah
panggung bervariasi, tergantung dari lokasinya, berkisar 50 cm bahkan ada
sampai dua meter. Pola ruang pada rumah panggung tradisional yang hampir sama,
mereka memiliki teras di bagian depan atau samping, beberapa kamar tidur, ruang
keluarga, dan dapur di bagian belakangnya.
Semua ruang berada di dalam rumah kecuali kamar mandi,
karena mereka menggunakan pancuran di luar rumah untuk mandi cuci kakus (MCK).
Bahkan sampai sekarang masih ada beberapa rumah yang tidak memiliki kamar
mandi, dan masih menggunakan pancuran atau fasilitas umum di lingkungannya.
Beberapa rumah memiliki kamar mandi tetapi beralih
fungsi menjadi gudang, karena fungsi kamar mandi beralih pada pancuran umum.
Dapur diletakkan di bagian belakang rumah dan tidak berada di atas panggung,
tapi berada di atas tanah yang terkadang tanpa alas. Ketinggian rumah panggung
tradisional kurang lebih 50 cm, fondasi umpak batu, dinding gedeg bambu atau
papan kayu, tiang kayu atau bambu, lantai dari palupuh bambu, rangka atap kayu
atau bambu, penutup rangka atap daun kirai atau genteng.
Hubungan antara elemen struktur tersebut menggunakan
paku dan tali pengikat. Karena material yang cukup ringan dan hubungan
konstruksi yang baik, maka rumah panggung tradisional ini lebih mudah
beradaptasi terhadap gaya gempa.
Ada
beberapa rumah tidak memiliki jendela, sehingga ventiasi atau pertukaran udara
tidak berjalan dengan baik. Bahkan kamar tidur tidak berjendela atau jendela
yang ada ditutup oleh material yang tidak tembus pandang, akibatnya sinar
matahari pun tidak dapat masuk ke dalam kamar. Pancahayaan alami yang masuk ke
dalam ruang tidur pun tidak memenuhi syarat.
Rumah panggung tradisonal memiliki kelembaban lebih
baik dibandingkan rumah modern di lingkungan tersebut. Ini menandakan rumah
panggung tradisional masih lebih baik dalam soal kelembaban, penghuni pun dapat
hidup lebih sehat bila pencahayaan pun diperhatikan. Kolong rumah panggung
dapat digunakan untuk berinteraksi sosial atau sekedar untuk memelihara ternak.
Pada rumah panggung Toraja dan rumah panggung Kalimantan, kolong rumah dapat
digunakan untuk berinteraksi sosial. Berbeda dengan rumah panggung di Pulau
Samosir dengan ketinggian kurang dari satu meter, kolong rumah panggung
digunakan untuk memelihara ternak.
Sementara di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor,
Jawa Barat yang termasuk dataran tinggi, rumah panggung memiliki ketinggian
kurang dari satu meter. Beberapa tahun yang lalu, di kecamatan ini masih banyak
ditemui rumah panggung tradisional, tetapi sekarang agak sulit dijumpai. Banyak
alasan, mengapa mereka mengganti rumah panggung tradisional menjadi rumah
modern non panggung dan material selain bambu atau kayu. Salah satunya adalah
tidak terdapat lagi rumah panggung di lingkungan mereka dan ada pula alasan
kesulitan menemukan material bambu dan kayu. [1]
2.1
Kelebihan Rumah
Panggung
Rumah panggung adalah rumah adat
Suku Melayu. Masyarakat Melayu biasa mendirikin rumah dengan bentuk seperti ini
agar rumah tetap aman meski dibangun di atas air. Di perairan inilah mata
pencaharian utama Suku Melayu. [2]
Seiring dengan berjalannya waktu,
konsep rumah panggung menyebar ke seluruh Indonesia. Misalnya pada masyarakat
Jawa, rumah panggung biasa dibuat di area persawahan sehingga mereka lebih
mudah dalam mengawasi padi.

Gambar 2.1.0 Model rumah panggung
Jika kita cermati, rumah panggung ini mempunyai
sejumlah kelebihan, di antaranya :
1. Anti Banjir
Pada umumnya, rumah panggung
dibangun di atas perairan, baik itu di atas laut, sungai, rawa-rawa, danau,
maupun persawahan. Tujuannya yaitu agar seseorang bisa hidup di wilayah
perairan dengan aman tanpa takut rumahnya terkena banjir. Adapun faktor yang
mempengaruhi pendirian rumah di perairan yaitu kepraktisan, baik dari segi
tenaga, waktu, dan jarak tempuh.
2. Aman Terhadap Binatang
Buas
Bagi masyarakat yang tinggal di
wilayah daratan, pembangunan rumah panggung bertujuan untuk menghindarkannya
dari binatang buas. Struktur lantai rumah yang tinggi membuat binatang sulit
masuk ke dalam rumah. Begitupun dalama hal pengawasan lingkungan sekitarnya,
bangunan yang tinggi membuat pemilik rumah bisa memantau keadaan di
lingkungannya dengan lebih luas.
3. Halaman Lebih Luas
Pada rumah konvensional, area
halaman hanya mencakup sekeliling rumah, baik halaman depan, belakang, kanan,
dan kiri. Berbeda dengan rumah panggung, karena lantai rumah terletak di atas
permukaan tanah, maka bagian bawah rumah dapat dijadikan sebagai halaman
tambahan. Selain sebagai gudang, halaman ini biasanya juga difungsikan untuk
dapur, tempat bermain, kandang ternak, dan lain-lain.
4. Tahan Gempa
Rumah panggung merupakan salah satu
rumah yang tahan terhadap guncangan gempa. Hal ini disebabkan oleh penggunaan
material kayu yang bersifat elastis sebagai bahan utama pembangun rumah.
Sedangkan, beton hanya sebatas digunakan sebagai tiang penyangga rumah
tersebut.
5. Kesan Tradisional yang
Kuat
Suasana tradisional yang dimiliki
oleh rumah panggung terasa sangat kuat. Hal inilah yang memicu bangunan
rumah-rumah penginapan biasanya berbentuk rumah panggung. Kesan tradisionalnya
diharap mampu membuat rileks semua pengunjung yang datang.
6. Bentuknya Unik
Saat ini, sangat sulit menemukan
rumah panggung di lingkungan perkotaan. Karena kelangkaannya inilah, rumah
panggung menjadi salah satu rumah yang unik. Usaha rumah makan bercita rasa
tradisional banyak yang menerapkan rumah tipe ini untuk memikat hati
konsumennya.
7. Interior Lebih Sejuk
Pada rumah
biasa, ventilasi udara hanya terletak di dinding dan atap baik berbentuk
jendela maupun celah-celah kayu. Berbeda dengan rumah panggung, udara bisa
mengalir ke dalam rumah lewat mana saja, termasuk lantai rumah. Inilah yang
membuat suasana di dalam rumah panggung akan terasa lebih sejuk.
2.2
Kekurangan Rumah
Panggung
Rumah panggung memelukan
dana dan arsitektur untuk membuatnya, serta rumah panggung membutuhkan material
tertentu dan sedikit berbeda dengan rumah biasa pada umumnya. Serta rumah
panggung memerlukan waktu yang lumayan lama pada proses pembangunanya.
2.3
Material Yang
Digunakan
2.3.1
Pondasi Footplat
Jenis fondasi yang sering digunakan
oleh sebagian orang terutama gedung lantai dua adalah jenis fondasi telapak
atau dikenal juga dengan nama foot plate. Jenis konstruksi ini lazimnya
menggunakan beton bertulang dengan ukuran dan detail penulangan tertentu.
Sesuai dengan analisa teknis fondasi tersebut harus mampu berfungsi sesuai
dengan peruntukanya. Sudah barang tentu dalam merencanakanya bukanlah hal yang
mudah.
Hal yang diperlukan dalam merencanakan dalam
perencanaan fondasi telapak adalah :
·
Kondisi tanah yang akan menahan beban bangunan lewat
fondasi, Syarat-syaratnya adalah tanah mampu menerima beban yang diteima
fondasi tanpa mengalami penurunan atau penurunan dalam kadar yang sedikit dan
merata. Data-data dari kondisi tanah yang dibutuhkan diantaranya kohesi atau
lekatan tanah, berat jenis tanah
·
Kondisi fondasi. Dimana fondasi harus mampu untuk
menerima gaya-gaya yang bekerja padanya tanpa terjadi kerusakan pada fondasi
foot plate itu sendiri. Analisa kemampuan fondasi tidak didapatkan begitu
saja akan tetap perlu analisa struktur fondasi dengan mengolah beberapa data
sekunder yang nantinya akan
didapatkan kapasitas fondasi footplate.

Gambar 2.3.0 Contoh Model pondasi Telapak yang terkubur di
dalam tanah.
Berikut kelebihan
dan kekurangan menggunakan pondasi Foot Plat
- Biaya pembuatannya terbilang cukup murah dibandingkan jenis pondasi lainnya
- Kebutuhan galian tanahnya tidak terlalu dalam
- Bisa dipakai untuk menahan bangunan yang mempunyai satu hingga empat lantai
- Proses pengerjaannya relatif sederhana
- Daya dukung yang dimilikinya sangat baik
Sedangkan, kekurangan-kekurangan dari pondasi tapak
yaitu :
- Waktu pengeringan betonnya cukup lama hingga mencapai 28 hari
- Dibutuhkan manajemen waktu yang tepat agar pengerjaanya efisien
- Rumit dalam merencanakan pembesian dan desain penulangannya
2.3.2
Kolom Kayu
Kolom
adalah batang tekan vertikal dari rangka struktur yang memikul beban dari
balok. Kolom merupakan suatu elemen struktur tekan yang memegang peranan
penting dari suatu bangunan, sehingga keruntuhan pada suatu kolom merupakan
lokasi kritis yang dapat menyebabkan runtuhnya (collapse) lantai yang
bersangkutan dan juga runtuh total (total collapse) seluruh struktur
(Sudarmoko, 1996).
SK
SNI T-15-1991-03 mendefinisikan kolom adalah komponen struktur bangunan yang
tugas utamanya menyangga beban aksial tekan vertikal dengan bagian tinggi yang
tidak ditopang paling tidak tiga kali dimensi lateral terkecil.

Gambar
2.3.1 Fungsi kolom pada suatu bangunan
Untuk
Kolom mengunakan bahan dasar kayu
memiliki kekurangan dan ke lebihan sebagai berikut :
Kelebihan :
- Bahan Alami yang dapat diperbaharui
- Kuat tarik yang tinggi
- Dapat dibuat dengan berbagai macam desain dan warna.
- Memberi efek hangat.
- Bahan penyekat yang baik pada perubahan suhu di luar rumah.
- Dapat meredam suara.
Kekurangan :
- Mudah menyerap air.
- Mudah mengalami kembang-susut
- Kurang tahan terhadap pengaruh cuaca.
- Rentan terhadap rayap.
2.3.3
Balok Kayu
Balok adalah bagian dari structural sebuah bangunan
yang kaku dan dirancang untuk menanggung dan mentransfer beban menuju
elemen-elemen kolom penopang. Selain itu ring balok juga berfungsi sebagai
pengikat kolom-kolom agar apabila terjadi pergerakan kolom-kolom tersebut tetap
bersatu padu mempertahankan bentuk dan posisinya semula. Ring balok dibuat dari
bahan yang sama dengan kolomnya sehingga hubungan ring balok dengan kolom.

Gambar 2.3.2 Balok menahan beban pada struktur atap
Untuk
kelebihan dan kekurangannya hapir sama dengan kolom, karena sama-sama
menggunakan bahan baku yang sama.
2.3.4
Dinding Kayu
Dinding
adalah suatu struktur padat yang membatasi dan kadang melindungi suatu area.
Umumnya, dinding membatasi suatu bangunan
dan menyokong struktur lainnya, membatasi ruang dalam bangunan menjadi ruangan-ruangan,
atau melindungi atau membatasi suatu ruang di alam terbuka. Tiga jenis utama
dinding struktural adalah dinding bangunan, dinding pembatas (boundary),
serta dinding penahan (retaining).
Dinding bangunan memiliki dua fungsi
utama, yaitu menyokong atap
dan langit-langit,
membagi ruangan, serta melindungi terhadap intrusi dan cuaca. Dinding pembatas
mencakup dinding privasi, dinding penanda batas, serta dinding kota. Dinding
jenis ini kadang sulit dibedakan dengan pagar. Dinding penahan
berfungsi sebagai penghadang gerakan tanah, batuan,
atau air
dan dapat berupa bagian eksternal ataupun internal suatu bangunan.
Jenis dinding :
1. Dinding Partisi : Dinding ringan yang memisahkan
antar ruang dalam. Terbuat dari gypsum, fiber, tripleks atau Duplex
2. Dinding Pembatas : Untung menandakan batas lahan.
Atau bisa disebut dinding Privasi
3. Dinding Penahan : Digunakan pada tanah yang berkontur
dan dibutuhkan struktur tambahan untuk menahan tekanan tanah.
4. Dinding Struktural : Untuk menopang atap dan sama
sekalitidak menggunakan cor beton untuk kolom. Konstruksinya 100% mengandalkan
pasangan batubata dan semen
5. Dinding Non-Struktural : Dinding yang tidak menopang
beban, hanya sebagai pembatas apabila dinding di robohkan, maka bangunan tetap
berdiri. beberapa material dinding non-struktural diantaranya seperti batu
bata, batako, bata ringan, kayu dan kaca.
Tapi pada kali ini saya akan menggunakan dinding kayu sebagai
bahan nya, 

Gambar 2.3.3
contoh pemasangan dinding kayu pada kolom bangunan
Berikut kekurangan dan kelebihanya
Kelebihan :
a. Mudah dalam pengerjaan
b. Bahan mudah diperoleh.
c. Mudah dikombinasikan
c. Memberikan nuansa alami
d. Pekerjaan finishing mudah
e. Mudah dibentuk dan ringan
Kekurangan :
a. Mudah terbakar
b. Beberapa jenis kayu tidak tahan rayap.
c. Tidak tahan air pada beberapa kayu
d. Harga kayu sangat mahal.
e. Mudah susut dan bengkok.
a. Mudah dalam pengerjaan
b. Bahan mudah diperoleh.
c. Mudah dikombinasikan
c. Memberikan nuansa alami
d. Pekerjaan finishing mudah
e. Mudah dibentuk dan ringan
Kekurangan :
a. Mudah terbakar
b. Beberapa jenis kayu tidak tahan rayap.
c. Tidak tahan air pada beberapa kayu
d. Harga kayu sangat mahal.
e. Mudah susut dan bengkok.
2.3.5
Atap
Atap adalah penutup rumah (bangunan)
sebelah atas atau benda yang dipakai untuk menutup atas rumah. Jadi, atap bisa
diartikan sebagai struktur yang terletak di bagian paling atas bangunan dan
berguna untuk menutupi struktur-struktur di bawahnya.
Fungsi utama atap yakni untuk melindungi rumah dari perubahan cuaca baik panas, hujan,
salju, petir, angin, debu, dan sebagainya. Atap juga memiliki fungsi proteksi
untuk menutupi ruangan yang berada di bawahnya, menahan radiasi panas yang
berlebihan, mencegah tampias hujan, dan mengurangi pergerakan angin. Pada
perkembangannya, atap pun mempunyai peranan penting dalam mempengaruhi estetika
suatu bangunan.
Pembuatan atap rumah
yang baik harus memperhatikan syarat-syarat antara lain :
- Konstruksinya harus benar-benar kuat sehingga mampu menahan berat sendiri dan semua beban yang mengenainya
- Bentuknya sesuai dengan konsep desain rumah yang sudah direncanakan sedari awal
- Bahan penutup yang dipilih wajib disesuaikan dengan tujuan pendirian bangunan dan tahan terhadap cuaca yang ekstrim
- Sebaiknya perancangan modelnya mengambil inspirasi dari kekayaan budidaya setempat
- Tingkat kemiringannya memperhatikan jenis bahan penutup yang dipakai
Sementara itu, material yang digunakan
untuk menutupi atap bangunan harus bersifat isolasi sehingga dapat menahan
panas, dingin, dan bunyi. Material ini pun wajib rapat terhadap air hujan,
tidak tembus air, dan tidak mengalami perubahan bentuk akibat pergantian cuaca.
Di samping itu, bahan penutup atap ini juga gampang dirawat, tidak mudah
terbakar, bobotnya ringan, kedudukannya mantap, serta tahan lama.
![]() |
Gambar 2.3.4 Atap menggunakan kayu
Atap sirap umumnya memiliki bentuk seperti
pensil, yakni panjang dan kerucut di ujungnya. Ukuran 1 lembar atap sirap
biasanya = 58 x 6 x 0,3 dan 58 x 6 x 0,5 (panjang x lebar x tinggi) dalam cm.
Warna dari atap sirap umumnya cokelat tua atau abu tua. Namun di samping itu
ada pula model dan motif lain dari produksi atap sirap kayu ulin tersebut.
Sirap adalah salah satu jenis bahan atap
yang paling bagus namun juga susah untuk didapatkan karena memang bahan dasar
kayu ulin Kalimantan yang semakin langka dan prosesnya melalui birokrasi
pemerintah yang semakin ketat. Karena grafiknya yang fluktuatif dalam artian
kadang ada stok, namun kadang langka juga, maka hal tersebut yang membuat harga
bahan atap sirap menjadi sangat mahal.
·
Kelebihan
Atap sirap memiliki kelebihan dari sisi bentuk fisik dan dari sisi fungsionalitasnya. Karena berbahan kayu maka tentu saja ringan dan lebih bersifat hayati. Atap sirap lebih sejuk dan dapat menyerap panas. Kayu ulin merupakan jenis kayu yang kokoh namun tetap ringan dan bagus sekali dijadikan bahan dasar bangunan terutama untuk atap. Bahan ini juga sangat awet karena bisa tahan hingga berpuluh-puluh tahun.
Atap sirap memiliki kelebihan dari sisi bentuk fisik dan dari sisi fungsionalitasnya. Karena berbahan kayu maka tentu saja ringan dan lebih bersifat hayati. Atap sirap lebih sejuk dan dapat menyerap panas. Kayu ulin merupakan jenis kayu yang kokoh namun tetap ringan dan bagus sekali dijadikan bahan dasar bangunan terutama untuk atap. Bahan ini juga sangat awet karena bisa tahan hingga berpuluh-puluh tahun.
·
Kekurangan
Selain kelebihan, atap sirap juga memiliki kekurangan, namun lebih bersifat mendasar. Kekurangannya yakni terletak pada harganya yang pasti mahal. Kedua, dalam proses pemasangannya juga lebih sulit karena diperlukan tenaga ahli dan pemasangan yang salah akan bisa menghasilkan atap yang tidak rapi, bocor, dan rusak.
Selain kelebihan, atap sirap juga memiliki kekurangan, namun lebih bersifat mendasar. Kekurangannya yakni terletak pada harganya yang pasti mahal. Kedua, dalam proses pemasangannya juga lebih sulit karena diperlukan tenaga ahli dan pemasangan yang salah akan bisa menghasilkan atap yang tidak rapi, bocor, dan rusak.
Konstruksi
yang biasanya digunakan untuk menyokong atap ialah rangka kuda-kuda. Tidak
hanya menyangga beban atap, rangka ini sekaligus pula memberikan bentuk pada
atap tersebut.

Gambar 2.3.5 model rancangan kuda-kuda
menggunakan bahan kayu serta tanpa menggunakan paku.
Secara prinsip, rangka atap tipe kuda-kuda
dibuat dengan menghubungkan batang penyangga sedemikian rupa sehingga membentuk
bangun segitiga yang terbalik. Kebutuhan akan konstruksi kuda-kuda ini
berbeda-beda tergantung pada berat atap dan bahan penutup yang digunakan. Namun
satu hal yang sama, setiap susunan batang penopang ini harus saling mengikat
dan membentuk satu kesatuan yang kokoh sehingga sanggup bekerjasama dalam
memikul beban yang mengenainya tanpa mengalami perubahan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas dapat
disimpulkan bahwa rumah sebagai tempat tinggal, rumah juga bisa mencerminkan
status sosial, di Indonesia terdapat banyak model bangunan rumah, salah satunya
rumah panggung
1.
Rumah panggung
banyak didirikan di daerah rawan banjir, danau, dan tepian sungai.
2.
Untuk pembuatan
rumah panggung memerlukan dana yang lumayan besar serta seorang arsitek untuk
merancangnya
Daftar Pustaka
http://www.mitrabangunsekawan.com
(NJB)
http://arafuru.com/desain/cantiknya-rumah-panggung-bernuansa-modern.html
Casino Promo Codes, Coupons & Deals - JTM Hub
BalasHapusGet latest casino promo 안양 출장마사지 codes, coupons, and coupons for Slots.io Casino and Gaming 군포 출장안마 app in 삼척 출장샵 minutes! Get Casino 밀양 출장샵 Promo Codes, Coupons, 원주 출장마사지 and Coupon.